Tulisan pertama saya di blog ini tentang teropong materi fisika SMA kelas X. Semoga bermanfaat....
Untuk dapat melihat
benda-benda yang agak jauh dan agar terlihat jelas, seperti pemandangan gunung,
laut kita dapat menggunakan teropong, sedangkan untuk melihat benda-benda yang sangat
jauh, seperti bintang, bulan kita menggunakan teleskop. Berbagai contoh
teropong adalah teropong panggung, teropong bumi.
Teleskop atau alat untuk mengamati benda-benda yang jauh biasanya terdiri dari :
Sebuah lensa (+),
sebagai lensa okuler , yaitu lensa yang dekat dengan mata.
Sebuah lensa (+),
sebagai lensa obyektif, yaitu lensa yang menghadap obyek
Ciri teleskop adalah jarak fokus obyektif > jarak fokus okuler .
fob > f0k
A. Teropong Bintang
![]() |
Pembentukan Bayangan pada Teropong Bintang |
Teropong bintang
mempergunakan dua lensa cembung / positif yaitu :
- lensa obyektif
- lensa okuler
Benda yang diamati
terletak jauh tak terhingga, sehingga bayangan jatuh pada fokus obyektif.
Titik fokus obyektif
berimpit dengan titik fokus okuler. Jarak fokus obyektif lebih besar dari jarak
fokus okuler.
Mata tak berakomodasi
Bintang, sebagai benda
terletak jauh tak terhingga s0b= ~ bayangan dari lensa obyektif di fob.
Titik fokus okuler berimpit dengan fokus obyektif. Bayangan dari obyektif
sebagai benda pada lensa okuler.
Rumus perbesaran
bayangan adalah sebagai berikut.
Panjang teleskop =
jarak antara obyektif dan okuler
d = s'0b
+ s0k atau d = f0b + f0k
Mata berakomodasi
Benda pada jarak jauh
sekali s0b= ~ , sehingga bayangan lensa obyektif terletak pada titik
fokus obyektif sehingga s'0b = f0b. Bayangan tersebut
sebagai benda lensa okuler . Jadi benda lensa okuler di ruang I lensa okuler. s0k
= di ruang I. Bayangan okuler di ruang IV lensa okuler atau s'0k=
- PP
Rumus perbesaran
bayangan adalah sebagai berikut.
Panjang teleskop =
jarak antara obyektif dan okuler
d = s'0b
+ s0k atau
d = f0b + s0k
B. Teropong Bumi
Prinsip dari teropong
ini sama dengan teropong bintang, perbedaannya terletak pada bayangan
terakhirnya (yaitu tegak). Untuk itu harus dipasang lensa pembalik.
![]() |
Pembentukan Bayangan pada Teropong Bumi |
Oleh karena itu,
teropong ini terdiri dari 3 buah lensa yaitu :
- lensa obyektif :
terdiri dari lensa positif
- lensa cembung :
berfungsi sebagai lensa pembalik (terletak antara lensa obyektif dan lensa
okuler)
- lensa okuler :
terdiri dari lensa positif dan berfungsi sebagai lup
Untuk mata tidak berakomodasi
Benda terletak di jauh
tak terhingga jadi s0b = ~ , bayangan dari lensa obyektif s'0b
= f0b jatuh di titik fokus lensa obyektif dan berimpit dengan
titik pusat kelengkungan lensa pembalik. Lensa pembalik berfungsi membalikkan
sifat bayangan, menjadi tegak dengan perbesaran 1, sehingga Mp =1. Titik fokus
okuler berimpit dengan titik pusat kelengkungan lensa pembalik. Bayangan dari
lensa pembalik tepat di titik fokus okuler. S0k= f0k . Bayangan
akhir dari lensa okuler jatuh di jauh tak terhingga s'0b=
~ . Keadaan seperti tersebut diatas dinamakan pengamatan dengan mata tidak
berakomodasi.
Berlaku rumus :
![[clip_image011%5B3%5D.gif]](https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh8u50dye0ReWuJcfSZPWTU1mknkpE2Nxp6ithct3qcqTUZsWLFYbjFNb6QMKTmEly4MA38-q2RbE8b1cr0N7VwkxB515ohuSJ576XqE7A-ulh9Az9IR8YiaLSh4gPAIiwO9jgB0adyLsQ/s1600/clip_image011%255B3%255D.gif)
Panjang teropong :
![[clip_image013%5B3%5D.gif]](https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh0dbhUpI7wYf6Q56pnMw3f9V2JuI6rt2-k-oZOqXk8AnsB2ktI4aZTdk2QjGkakrGo5fb0-PzjtCyauPiPsH_yQrlR8t_ktOMaNfcrdxRwNodCeM4Tqk7xicsaScjF2IO4lkKbLNo8A3M/s1600/clip_image013%255B3%255D.gif)
![[clip_image015%5B3%5D.gif]](https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEisu63GTqcfmYzaOfpuyw51d6ytmSLPJ7QZK7tEW4oDdrKEvMwP95EvBLzE2mcWQn8_2SFHkJqRSfLQedolWFz-6xjNVyN-aBTww3hDC2L7JzQPloiOEcke5zL2rFEYxQNnFTgarP_Yl-o/s1600/clip_image015%255B3%255D.gif)
![[clip_image017%5B3%5D.gif]](https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjMf_-O8X6Rr6CRhuE7xG-M3QYPUhvxBNHEz9tAOmgxPlltVfKyxXPut0zRpjVUyHl1S142Co80JW4v-1j0cgFxzAufYJgHVyULxVw0boqYTHh5qIQmR8k30fkpXRqCbDFFqEX5zjie3hw/s1600/clip_image017%255B3%255D.gif)
Untuk mata berakomodasi
Bila sok <
fok maka pengamatan dinamakan pengamatan mata berakomodasi
Berlaku :
Dengan catatan s'ok
= PP = - 25 cm
Untuk menghindari
panjang teropong bumi yang berlebihan diciptakan teropong prisma atau sering
disebut keker.
C. Teropong Panggung
Teropong panggung
(Teropong Belanda = Teropong Tonil = Teropong Galilei) mempunyai lensa cembung/
positif (obyektif) dan lensa cekung/ negatif (okuler), lensa cekung digunakan
agar bayangan yang terbentuk tegak. Teropong panggung dibuat sebagai
pembaharuan dari teropong bumi (karena teropong bumi terlalu panjang).
![]() |
Pembentukan Bayangan pada Teropong Panggung |
Mata tak berakomodasi
Pengamatan menggunakan
teropong selalu dalam jangka waktu lama sehingga menggunakan mata tak
berakomodasi.
Perhatikan diagram
pembiasan cahaya pada teropong panggung sebagai berikut.
Rumus-rumusnya adalah
sebagai berikut.
Jarak antara lensa
obyektif dan lensa okuler
dengan fok
dimasukkan bertanda – (negatif) karena lensa cekung
Mata berakomodasi
Benda pada jarak jauh
sekali s0b= ~ , sehingga bayangan lensa obyektif terletak pada fokus
s0b = f0b. Bayangan tersebut sebagai benda lensa okuler .
Jadi benda lensa okuler di ruang I atau s0k = di ruang I okuler
D. Periskop
Sebuah kapal selam
menggunakan alat optik, yaitu periskop. Periskop berguna untuk melihat keadaan
di atas permukaan air. Periskop memiliki dua buah prisma yang berfungsi untuk
membelokan berkas sinar dari benda yang dilihat.
![]() |
Pembentukan Bayangan pada Periskop |
Tidak ada komentar:
Posting Komentar